Sunday, September 8, 2013

Menghafalkan Rute Perjalanan ke Kampus: Bersentuhan dengan Budaya Bersepeda

Transportasi di Belanda relatif menyenangkan. Saya tinggal bersama keluarga Belanda, bukan di asrama kampus. Dari rumah tempat tinggal, ada beberapa kemungkinan rute, tapi saya menggunakan rute berikut ini:




Pilihan rute sebenarnya bisa menggunakan bis, tapi saya memilih menggunakan sepeda. Orang-orang Belanda memang sudah terkenal sebagai orang-orang yang gila sepeda. Anda bisa melihat berbagai video di Youtube yang menggambarkan kegilaan orang Belanda terhadap sepeda. Saya kutipkan kalimat dari Jacob Vossestein:
"Everybody can afford a bike… be it new or second-hand. And as the Dutch are not "into" status games, cycling becomes a very egalitarian means of transport. Exposed to wind and rain on a regular basis - drudging against gale force eight on unsheltered dike roads, any difference in status or social stature between cyclists is soon eradicated, revealing the essence of life: a body struggling with the forces of nature. Whether an office clerk, bricklayer, captain of industry, Prime Minister or royalty - all cyclists have to bow to the elements. Moreover, the bike also satisfies the Dutch inclination to not waste any resources - an aspect of ingrained practicality."
 Mengesankan. Setelah lama berada disini, saya juga baru menyadari apa yang tertulis disitu. Bagian paling mengesankan bagi saya tentu yang "... as the Dutch are not 'into' status games, cycling becomes a very egalitarian means of transport". Tidak peduli memang, mau mahasiswa, profesor, orang kaya, miskin, besar-kecil, tua-muda, saya bisa melihat, semua memang suka bersepeda, seakan-akan hal itu sudah berada pada DNA mereka.

Saya memperoleh sepeda pinjaman sebagai bagian dari perjanjian sewa kamar, jadi saat sampai di Tilburg, saya sudah diberitahu sepeda saya serta kunci. Kunci ini penting karena sepeda kadang dijadikan sasaran pencurian. Kunci ganda diberikan di sepeda saya: 1 di roda belakang (bawaan), dan satu lagi berupa kunci kabel.

Bersepeda di Belanda memang menyenangkan. Semua jalan mempunyai jalur khusus sepeda dan di semua tempat ada parkir sepeda. Like I've said, it's in their DNA!. Jalur sepeda biasanya ada di setiap jalan (kecuali jalan utama yang besar untuk antar kota - foto diambil di Roermond):


Tempat parkir kurang lebih seperti pada dua gambar ini (foto-foto diambil di Tilburg, yang pertama di dekat rumah tempat tinggal, yang kedua di dekat stasiun Tilburg):



Prioritas untuk pesepeda juga diutamakan. Lalu lintas sedemikian teratur, jika akan menyeberang jalan pada jalan tanpa jalur khusus penyeberangan dengan sepeda, kendaraan selain sepeda harus mengalah. Jika dulu biasanya saya tengak-tengok sebelum menyeberang jalan dengan sepeda, sekarang saya bisa menjadi "penguasa" yang dihormati oleh mobil semewah apapun. Hahaha ...

Saya bersepeda ke kampus bersama dengan ibu kos yang berbaik hati hari ini mengajak saya menghafal jalur ke kampus serta ke supermarket. That was the most important things for the first-timer like me.


No comments:

Post a Comment